Malteng,CentralTimur.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan Perayaan Natal Haria Sedunia yang akan digelar pada 29 Desember 2025 di Negeri Haria, Kecamatan Saparua.
Komitmen itu disampaikan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam tatap muka bersama Pengurus Persatuan Masyarakat Leawaka (Pusaka) Negeri Haria di Masohi, Rabu (5/11). Hadir pula Wakil Bupati Mario Lawalatta, Ketua DPRD Malteng Herry Man Carl Haurissa, Pengurus Besar Pusaka, dan Panitia Natal.
Ketua Pusaka Haria, Artje Latupeirissa menyampaikan, Natal Haria Sedunia merupakan agenda besar masyarakat Haria yang digelar rutin setiap lima tahun sekali. Perayaan tahun ini menjadi yang ketiga sejak pertama kali dilaksanakan.
“Perayaan terakhir tahun 2015. Tahun 2020 sempat tertunda karena pandemi Covid-19,” jelas Artje.
Ia menegaskan, Pemkab Malteng telah menyatakan dukungan total, baik dalam bentuk anggaran maupun kehadiran langsung pimpinan daerah dalam acara puncak.
“Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD menyatakan dukungan penuh,” tegasnya.
Lapangan Batu Karang Timbang Besi akan menjadi pusat perayaan. Sedikitnya 13 ribu warga asal Haria yang berdomisili di dalam dan luar negeri akan kembali ke kampung halaman untuk mengikuti ibadah dan rangkaian kegiatan sosial budaya.
Artje menegaskan, momentum ini bukan hanya tentang perayaan keagamaan, tetapi juga kebangkitan ekonomi masyarakat setempat.
Lewat momentum besar ini, Pemda Malteng juga mempercepat pembangunan infrastruktur di Saparua. Salah satunya lewat program Inpres Jalan Daerah (IJD), termasuk peningkatan ruas Haria–Haria Gunung.
Artje menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, khususnya Kepala Satker II Toce Leuwol dan Kepala BPJN Maluku Yana Astuty yang telah memberi perhatian pada aksesibilitas wilayah itu.
“Kami berharap seluruh warga Malteng dapat mendukung dan berkolaborasi menyukseskan Natal Haria Sedunia serta mewujudkan Malteng Bangkit,” tutup Artje.
Perayaan Natal Haria Sedunia tahun ini diperkirakan menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Maluku menjelang penutup tahun 2025.(SLP)












